Monday, October 19, 2009

3 Tipe Klien Yang Sebaiknya Dihindari

Pengalaman membuat saya bisa mengenali calon klien yang patut dikejar dan dipertahankan, dan mereka yang sebaiknya dihindari dari awal. Kita tidak mau dong menghabiskan banyak waktu kita untuk mengejar klien yang akhirnya hanya akan menyusahkan hidup kita dikemudian hari. Kenali mereka dari awal dan jauhi mereka! Percayalah bahwa itu akan membuat hidup Anda lebih baik :D

Berikut adalah tipe-tipe klien tersebut:

1. Menawar sangat jauh diawal, dan ngotot

Saya punya harga standar bagi setiap tipe pekerjaan saya, kadang memang kita harus lebih fleksibel dalam menentukan harga. Tapi semua harga yang keluar dari saya pasti didasarkan pada standar yang sudah dibuat. Sebagai calon klien, mereka berhak sepenuhnya untuk menawar, namun saya kadang suka bingung dengan mereka yang menawar setengah harga! Saya percaya bahwa jasa saya cukup pantas dihargai dan saya berpegang teguh pada prinsip tersebut.
Klien seperti ini biasanya membanding-bandingkan kita dengan perusahaan/penyedia jasa yang memberikan harga lebih murah. Namun coba perhatikan, penyedia jasa yang lebih murah cenderung murahan! Jadi saya bisa bilang ke klien tersebut dengan tenang bahwa “Ada harga ada barang!”. Satu lagi yang mencemaskan: klien seperti ini cenderung akan memeras semua yang Anda bisa berikan dengan alasan sederhana: “tidak mau rugi”.
Jangan biarkan Anda ditekan hanya karena ada orang lain yang bisa menyediakan harga yang lebih murah. Tegaskan mereka dengan penuh percaya diri: “Kalau bapak percaya pada mereka ya silahkan pakai jasa mereka, sekian dan terima kasih”. Setelah beberapa hari, biasanya klien tersebut kembali ke saya dan setuju dengan harga yang sudah diberikan.

2. Belanja keliling (Window-shopping)

Tipe klien seperti ini biasanya hanya sedikit bertanya dan juga sedikit memberi informasi tentang apa yang dia inginkan. Bisa terlihat dengan mudah dengan pendeknya email, atau terkesan template, bahkan memang mengisyaratkan kalau calon klien sedang “berbelanja” kemana-mana mencari harga yang paling murah.
Biasanya klien seperti ini tidak mementingkan kualitas, dan hanya mencari harga paling murah.

3. Menelpon diluar jam kerja

Saya paling tidak suka ditelpon soal pekerjaan diluar jam kerja. Walaupun saya memang sering sekali bekerja diluar jam 8-5 tapi bukan berarti saya suka dihubungi diluar jam tersebut. Bila Saya ditelpon hari sabtu atau diluar jam kerja, saya tidak akan mengangkatnya dan akan menghubunginya lagi setelah jam kerja dimulai. Bila berlanjut, bilang dengan sopan bahwa Anda tidak bekerja diluar jam kantor. Bila tidak bisa juga, berarti klien tersebut tidak pantas dipertahankan.
Ok, itulah tipe-tipe klien yang biasa saya hindari, bagaimana dengan Anda?

No comments: