Monday, October 19, 2009

Branding, solusi para freelancer baru

Sebagian besar freelancer yang mengandalkan Freelance Market macam Elance, GetAFreelancer, RentAcode, dan Scriptlance untuk mendapatkan pekerjaan, pasti sudah mengerti bagaimana kerasnya persaingan. Terutama persaingan untuk memenangkan lelang pekerjaan.
Tak jarang lelang proposal kita dikalahkan oleh freelancer dari luar negeri yang jelas-jelas kita tahu mereka minta bayaran dan deadline lebih dari kita, contoh:
untuk pekerjaan membuat aplikasi website anda meminta bayaran $50 dan deadline 1 hari, mereka meminta bayaran $70 dengan deadline 2 hari.

Melihat keadaan seperti ini kadang kita sudah merasa proposal kita-lah yang akan dipilih. Tetapi kenyataan berkata lain, esoknya Anda mendapat email dari freelance market yang isi nya mengatakan bahwa proyek sudah ditutup, dan yang dipilih employer bukan kita, melainkan mereka.
Kenapa? kadang kita bingung kenapa tawaran kita ditolak, padahal Anda tahu pekerjaan tersebut bisa Anda lakukan, dan memang tidak memerlukan waktu yang lama sampai 2 hari seperti yang ditawarkan mereka. Bisa jadi dikarenakan :

Portfolio

Karena rata-rata employer membutuhkan pembuktian yang nyata seperti hasil kerja kita dulu-dulu, dan sebagian besar freelancer yang baru memulai pasti belum mempunyai portfolio atau apapun itu.

Profil

Anda pasti pernah melihat profil-profil dari freelancer-freelancer yang sering memenangkan lelang proyek. Di profil nya kadang ditulis pengalaman-pengalaman mereka. Ada yang menulis hasil-hasil pekerjaannya, dan tidak jarang juga ditulis tempat bekerja dia sebelum nya, atau tempat sekolah dia dahulu.
Tempat bekerja dia sebelumnya? Ya, hal inilah yang saya maksud, sebagai contoh,
Dalam suatu lelang pekerjaan membuat kalkulator, detail proyek sudah anda baca, dan anda merasa ini pekerjaan mudah, karena saya sudah pernah membuat program seperti ini sebelumnya, tetapi ada seseorang dari luar negeri yang mengaku dahulu dia developer di Microsoft atau Google (misalnya :D ) tetapi sekarang sudah resign, atau dia lulusan dari Harvard.
Apakah anda masih percaya kalau misalkan anda memberi penawaran proposal, proposal Anda bakal menang? walaupun harga yang Anda tawarkan mungkin sangat murah. Kalau saya jujur, lebih memilih mencari yang lain saja, secara saingannya mantan developer Microsoft. Daripada capek-capek nulis proposal pakai bahasa inggris, kan mending buat facebook-an hehehehe :D . Jadi intinya meskipun kita belum tahu kalau Ia mantan developer Microsoft beneran, secara nggak langsung mental kita turun kalau sudah dengar begitu, terus kalau misal kita yang jadi employer pasti lebih memilih dia, yang sudah terbukti kualitas nya.
Dari cerita di atas kita tahu satu hal, Nama atau Brand sangat berpengaruh pada penilaian klien. Coba bayangkan enak mana coklat buatan swiss atau coklat buatan tetangga sebelah? secara tidak langsung kita pasti langsung memberi penilaian kalau coklat dari swiss lebih enak daripada coklat buatan tetangga sebelah,  ya kan?
Padahal kita belum mencoba coklat nya. Bisa saja lebih enak coklat tetangga sebelah, soal nya rasa nya manis, coklat swiss kan biasa nya pahit. Back to topic, jadi mungkin kita bisa mempertimbangkan untuk membuat suatu perkumpulan/organisasi freelancer, yang anggota orang-orang Indonesia. Anggota dari perkumpulan nanti nya bisa memakai nama organisasi waktu dia memberi penawaran proposal. Kalau setiap freelancer dari Indonesia mengaku anggota dari oraganisasi itu lama kelamaan pasti timbul branding sendiri di antara para pemberi pekerjaan, yang tentunya sangat membantu buat freelancer baru agar bisa segera mendapat pekerjaan dan juga tentu nya mengharumkan nama Indonesia di mata pemberi pekerjaan.
Rencana ini mungkin masih menjadi wacana, karena jujur, saya pribadi masih kurang pengalaman di hal seperti ini. Tetapi mungkin dari anda ada yang tertarik, bisa menghubungi saya melalui e-mail, atau tinggalin komentar saja di bawah sini.
Kritik, saran dan masukkan yang membangun sangat diharapkan :D

No comments: